Tuesday, October 11, 2016

KEPENGANGGURAN

KEPENGANGGURAN

Bagi negara berkembang pengagguran adalah masalah yang sangat serius. Untuk di sektor dunia Indonesia termasuk negara dengan tinggkat pengangguran yang tinggi, ditambah lagi Indonesia telah bergabung dengan Masyarakat Economy Asean (MEA). Memang bagus negara menerapkan ini, agar masyarakat mempunyai daya saing dan selalu berfikir kritis untuk menemukan solusi karena tingginya tingkat daya saing. Selain itu, MEA juga menuntut manyarakat untuk selalu berinovasi dan menemukan gagasan baru untuk bersaing di negara sendiri atau di negara tetangga.

Berbicara masalah potensi, Indonesia lah yang paling berpotensi menjadi pemegang tahta tertinggi di Asia Tengara, dengan kekayaan sumber daya alam mulai dari tingkat kewilayahan, kekayaan biota laut, sampai ke suburnya tanah pertiwi. Yang menjadi masalah adalah dari sumber daya manusianya itu sendiri, menurut riset Indonesia tergolong negara malas. Mungkin itu semua dalam arti luas. Oke, apa sih penyebab negara kita banyak yang pengangguran?, kendala apa yang membuat kita terpaku dalam kepengangguran?Mungkin anda sudah tahu makna pengangguran itu, tapi apa sih maksud pengangguran itu?.

Jadi intinya sekolah saja tidak cukup untuk menjamin masa depan anda.Cobalah berinovasi, sebenarnya bila di pahami, peluang kerja itu tidak hanya bisa di cari, kita bisa  menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan anda dapat menciptakan lapangan kerja untuk orang-orang yang mau bekrja sama dengan anda. Pengangguran itu itu bukan pilihan bukan pula dampak tapi itu satu bentuk kemalasan dan tidak mau berinovasi.

Untuk di era sekarang ini, usia bukanlah penghalang untuk berkarya. Entah usia mu muda atau tua, dunia persaingan siap menanti anda, pilihannya apakah anda mau bersaing atau menertawakan kesuksesan mereka yang bermula dari  sebuah kepercaan diri. Media sosial contohnya, ini adalah peluang investasi yang sangat menunjang karya anda, lihat Bill Gates orang terkaya di dunia, dia bisa seperti itu karna media sosial dialah pendiri microsoft.
\
Apa sih penyebab pengangguran
  •  Tidak sebanding antara penawaran dengan permintaan kerja. Ketidak sebandingan ini bisa terjadi karena antara  penawaran dan permintaan kerja tidak stabil,  permintaan terhadap satu jenis tenaga kerja meningkat di sisi lain tingkat penawaran terhadap jenis lain menungkat.
  •  Jumlah pencari kerja lebih banyak dari jumlah lapangan kerja. Semakin banyak pengangguran dan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi. Ini bukan salah si teknologi tersebut, bila kritis anda dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.
  • Pertumbuhan ekonomi jauh lebih sedikit dari jumlah angkatan kerja. Ekonomi  mengalami penaikan dan penurunan tetapi angkatan kerja akan semakin meningkat, sehingga terjadi kesenjangan.
  • Selalu berkomen tanpa bertindak. Masalah ini sebenarnya masalah besar selalu menilai hasil karya seseorang dan mencari segala unsur kesalahan atau kekeliriuan, tapi dia tidak pernah mencoba untuk berkarya. Ini lah menertawakan kesuksesan orang lain.

Masalah pengangguran bukan hanya melanda indonesia, berdasarkan hasil survei inilah negara-negara yang mempunyai masalah yang sama dengan Indonesia yaitu pengangguran seperti yang dilansir oleh The Richest yang dikutip pada 25/08/2013.
10. Nepal (46 persen)
pengangguran10Perekonomian Nepal telah menderita karena ketidakpastian dalam konflik politik. Raja memerintah negara dari abad ke-18 hingga awal abad ke-21. Pada tahun 2008, monarki dihapuskan demi sebuah multipartai demokrasi perwakilan federal. Sementara pemerintah telah perlahan-lahan membuat headways dalam memerangi kemiskinan, pengangguran masih melayang ke sejumlah sekitar setengah dari penduduk usia kerja. Banyak warganya telah pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan, termasuk tentara yang melayani di tentara India dan Inggris.
9. Senegal (48 persen)
pengangguran9Negara Afrika Barat Senegal selalu ditangani dengan pengangguran yang tinggi yang telah menjadi perbedaan besar antara negara yang kaya dan miskin. Senegal sangat bergantung pada bantuan dari negara-negara dan organisasi-organisasi lainnya. Jepang, Perancis dan China telah mendukung negara tersebut melalui sumbangan dan pinjaman. Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional juga sangat terlibat.

8. Namibia (51.2 persen)
pengangguran8    Ekonomi Namibia ini sangat terikat dengan Afrika Selatan karena sejarah bersama kedua negara. Sementara Namibia memiliki sektor perbankan sangat maju dan infrastruktur modern, juga memiliki tingkat pengangguran yang tinggi yang lebih diperburuk oleh diskriminasi terhadap perempuan hamil dan mereka yang menderita HIV/AIDS. Ekonominya sangat bergantung pada pertambangan, ternak dan pertanian.

7. Djibouti (59 persen)
pengangguran7
Djibouti berlokasi strategis sebagai tempat transit di Laut Merah. Hal ini juga dianggap sebagai pusat transit internasional dan pengisian bahan bakar. Namun, negara ini sangat bergantung pada sektor jasa. Pemerintahnya telah berusaha untuk meningkatkan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja. Telah membangun sarana dan prasarana telekomunikasi. Hal ini juga aktif mendukung usaha kecil, perikanan dan pengolahan hasil pertanian.

6. Tajikistan (60 persen)
pengangguran6
Tajikistan pernah menjadi bagian dari Uni Soviet. Setelah runtuhnya serikat, Tajikistan pergi melalui perang sipil berdarah. Sekarang yang termiskin di antara semua bekas republik Soviet, dan juga merupakan termiskin di seluruh Asia Tengah. Negara ini menderita salah urus ekonomi, korupsi dan reformasi tidak merata.

5. Mozambique (60 persen)
pengangguran5Mozambik pernah dianggap sebagai contoh utama dari sebuah negara yang pulih karena langkah-langkah bantuan oleh donor asing dan Bank Dunia. Selama lebih dari satu dekade pada pergantian abad, tingkat pertumbuhan rata-rata lebih dari delapan persen. Namun, Mozambik masih merupakan salah satu yang paling miskin dan tertinggal di dunia, dengan 88 persen dari lahannya masih digarap meskipun garapan.

4. Zimbabwe (70 persen)
pengangguran4
Seorang pria, Robert Mugabe, telah memerintah Zimbabwe sejak merdeka pada 1980. Salah urus, korupsi dan keterlibatan dalam perang di dekat Republik Demokratik Kongo sumbangan inflasi dan kekurangan pasokan dan valuta asing. Sebuah kebijakan redistribusi tanah kontroversial yang digusur lebih dari 4.000 Kaukasia petani juga menjadi faktor dalam runtuhnya perekonomian.

3. Turkmenistan (70 persen)
pengangguran3Turkmenistan memiliki cadangan terbesar keempat gas alam di dunia. Ekonomi terhambat oleh kurangnya keragaman hanya komoditasnya gas alam. Hal ini diperburuk karena tidak memiliki rute ekspor alami untuk produk. Sebagian besar gas berjalan melalui perusahaan milik Rusia. Itu tidak mensubsidi penduduk miskin, seperti bensin, air, garam, listrik dan gas alam.

2. Vanuatu (78.21 persen)
pengangguran2Perekonomian Vanuatu bergantung pada pertanian. Kurangnya kesempatan kerja di daerah perkotaan dan industri. Pasar juga kurang bisa diakses. Tiap keluarga telah dipaksa untuk hidup dalam mode mandiri dan subsisten, menempatkan tekanan besar pada ekosistem. Air tawar langka dan daerah aliran sungai (DAS) terdegradasi. Negara ini juga semakin menjadi gundul karena penebagan dan pembakaran pertanian. Bahkan spesies ikan dekat pantai telah cepat habis karena 90 persen telah konsumsi. Sementara telah terjadi reformasi diperkenalkan, infrastruktur yang buruk dan pemerintahan yang lemah telah menghambat investor asing, yang dianggap penting untuk menyediakan lapangan kerja.

1. Nauru (90 persen)
pengangguran1
Nauru digunakan untuk memiliki pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Itu tergantung sepenuhnya pada cadangan fosfat dari kotoran burung laut. Namun cadangan fosfat kini telah kering dan hanya sepersepuluh. Dari jumlah tersebut, pemerintah mempekerjakan 95 persen. Pemerintah tidak memiliki alternatif nyata untuk pertambangan fosfat, sehingga prospek ekonomi warga menjadi meredup. Negara ini sangat bergantung pada Australia untuk menjaga perekonomiannya..


Mungkin ini saja dalam artikel ini, saya La Ode Muhammad Syarif Sidi mohon maaf sebesar-besarnya bila ada salah kata. Penangguran bukan solusi, inovasi itu solusi. Berkaryalah untuk negri dan jadikan dirimu seseorang  yang siap saing dengan persaingan dunia

































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































No comments: